NextTo Bottom

Ads 468x60px

Advertisement by Aktivis Pasus Waled Advertisement by Aktivis Pasus Waled
Advertisement by Aktivis Pasus Waled

Tampilkan postingan dengan label Paskibra Knowledge. Tampilkan semua postingan

Tampilkan postingan dengan label Paskibra Knowledge. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Rating: 5.0
Reviewer: KangFirm

Sosok: Ilyas Karim, Pengibar Sang Saka Pertama (2)

|
di Cirebon City, Cirebon City, West Java, Indonesia belum ada komentar
 

Aktivis Paskibra Waled Creations

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

Aktivis Paskibra Waled
Merah Putih tak akan berkibar 67 tahun yang lalu tanpa peran petugas pengibarnya. Jika sudah demikian, tak akan pula bangsa ini menikmati kemerdekaannya.Tidak banyak yang mengenal sosok pengibar Sang Saka Merah Putih saat dibacakannya teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Padahal, fotonya mudah ditemui di berbagai buku sejarah. Pria bercelana pendek itu tak lain Ilyas Karim.

Ilyas kini aktif sebagai Ketua Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia, sebuah perkumpulan veteran, merupakan satu-satunya saksi sejarah detik-detik proklamasi yang masih hidup. Kehidupan Ilyas yang pernah andil dalam berbagai misi penumpasan pemberontakan kurang mendapat perhatian pemerintah. Ia memang tidak mencari pengakuan penuh, tapi itu sudah seharusnya didapat pria yang juga pernah ikut dalam misi perdamaian Garuda II di Kongo, pada 1961 silam. “Dia (pemerintah) tahu, kami berjuang,” ujar Ilyas kecewa. Meski demikian, Letnan Kolonel Purnawirawan ini tak ingin menuntut banyak. Ilyas hanya ingin menghabiskan masa tuanya dengan melihat kemerdekaan rakyat Indonesia. Ia berharap, generasi muda mau menghargai perjuangan para pahlawan dengan mengisi hidup lebih baik lagi. Kisah Hidup Ilyas Karim Sang Pengibar Bendera Pusaka Di usianya yang ke-81, pria sepuh itu masih tetap menikmati hidupnya di pinggir rel Kalibata, Jakarta Selatan.

Pria yang kini menderita stroke mata itu seharusnya bisa hidup lebih layak. Sebab, pria bernama Ilyas Karim adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 lalu. Anda tentu pernah melihat foto upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim.

Saat ini Ilyas tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api, Selasa (12/8/2008) kemarin, Ilyas masih tampak bugar. Meski gerak badannya tidak segesit dulu, namun dia tidak tampak bungkuk ataupun tergopoh ketika berjalan. Ilyas menceritakan pengalamannya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama di republik ini. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat. Malam hari sebelum dibacakan proklamasi kemerdekaan RI, Ilyas beserta 50-an teman dari API diundang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56. “Katanya ada acara gitu,” tutur Ilyas. Saat berkumpul di rumah Soekarno itulah Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Satu orang pengibar yang lain yang ditunjuk adalah Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. “Saya ditunjuk karena paling muda. Umur saya waktu itu 18 tahun,” kata Ilyas.

Ilyas menceritakan pengalaman itu dengan penuh semangat. Matanya yang harus diplester agar tidak terpejam tampak berbinar. Ilyas memang menderita stroke mata. Dokter menganjurkannya untuk memlester kelopak matanya agar tidak terpejam. Sudah berbagai upaya pengobatan ditempuhnya namun belum juga membuahkan hasil. Meski dengan sakitnya itu, Ilyas tetap aktif beraktivitas. Sejak tahun 1996 dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia yang memiliki cabang di 14 propinsi, antara lain di Medan, Riau, Jambi, Palembang, Banten, dan Ambon. Yayasan itu sendiri bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain penyantunan anak yatim, pembangunan rutempat ibadah, dan penyantunan orang jompo.

Ilyas lahir di Padang, Sumbar. Dia sekeluarga baru menetap di Jakarta pada 1936. Ayahnya dulu seorang camat di Matraman. Di zaman penjajahan Jepang, ayahnya dibawa ke Tegal dan dieksekusi tentara Jepang. Sejak saat itu, Ilyas menjadi yatim. Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian ini nama Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas. Sebagai tentara, Ilyas pernah diterjunkan di sejumlah medan pertempuran di berbagai daerah, termasuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Libanon dan Vietnam. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA.

Aktivis Paskibra Waled
Abdul Latief Hendraningrat (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas). adalah seorang prajurit PETA (Pembela Tanah air) berpangkat Cudanco. Dia adalah pengerek bendera Sang Saka Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56. Untuk ini Latif didampingi Suhud seorang anggota Pelopor. Pasukan PETA dimana Latief berada, bermarkas di bekas markas pasukan kavaleri Belanda di Kampung Jaga Monyet, yang kini bernama jalan Suryopranoto di depan Harmoni. Setelah bergabung dengan TNI, karier beliau menanjak terus sampai berpangkat Mayor Jenderal, bahkan sempat menjadi Rektor IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta) pada tahun 1964-1965.

Telah terbit buku tentang Sang Pengibar Bendera Pusaka 17 Agustus 1945 yang ditulis olen Dr Nidjo Sandjojo M.Sc yang tidak lain adalah menantu termuda dari Pak latief Hendraningrat.

Wassalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

Rabu, 15 Agustus 2012

Rating: 5.0
Reviewer: KangFirm

Sosok: Ilyas Karim, Pengibar Sang Saka Pertama

|
di Cirebon City, Cirebon City, West Java, Indonesia belum ada komentar
 

Aktivis Paskibra Waled Creations

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

Aktivis Paskibra Waled Ilyas Karim (bercelana pendek membelakangi kamera) dan Sodanco Singgih mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih seusai pembacaan proklamasi.
Pengibar Sang Saka - Langkah kakinya kini tak lagi setegap dulu. Untuk menaiki anak tangga, kakinya pun bergetar. Padahal, setengah abad yang lalu, dua kaki itu masih kuat menghentak bahkan menendang lawan.

Selain kaki, penurunan fungsi bagian tubuh juga tampak di mata. Di matanya, ada dua buah plester yang menempel di atas kelopak mata. Plester itu bertugas memaksa kelopak matanya untuk selalu terbuka.

Kerut wajahnya pun mengindikasikan kakek tua ini sudah mengecap asam garam kehidupan. Dialah Ilyas Karim (84), seorang pejuang bangsa yang kini jasanya seolah dilupakan pemerintah.

Nama Ilyas Karim memang tidak terlalu populer di kalangan generasi penerus. Namun, sejarah mencatat ada seorang pemuda berusia 18 tahun mengenakan celana pendek dengan mantap mengibarkan sang saka Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 1945 untuk pertama kalinya.

Aktivis Paskibra Waled Ilyas Karim, Kini dan Lalu
Dia-lah saksi hidup naskah proklamasi kemerdekaan RI dibacakan oleh Presiden Soekarno yang didampingi Wakil Presiden Mohammad Hatta di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat. Ilyas masih ingat ketika dipercaya sebagai pengibar bendera Merah Putih, hatinya pun bergejolak gembira.

"Bagaimana tidak senang? Saat itu detik-detik kemerdekaan negara kita. Dan saya di situ mengibarkan bendera Indonesia pertama kali di hadapan pak Presiden, Bung Hatta, Bu Fatmawati" tutur Ilyas, Rabu (17/8/2011), saat dijumpai di kediamannya yang ada di pinggir rel di Jalan Rawajati Barat nomor 7, Kalibata, Jakarta Selatan.

Sumber: KOMPAS.com

Wassalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

Kamis, 20 Oktober 2011

Rating: 5.0
Reviewer: Kang MPIM theA

Perubahan Lambang Untuk Paskibra Sekolah

|
sudah ada 3 komentar
 

Perubahan Lambang Untuk Paskibra Sekolah

Awalnya - Informasi tentang perubahan lambang/logo Paskibra di tingkat bawah (sekolah, secara menyeluruh) ini saya dapatkan dari Mas Saerin (salah satu anggota PPI 2001 untuk Kota Cirebon) saat saya mampir ke kediaman beliau di wilayah Kecamatan Babakan - Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan oleh beliau, bahwa Paskibra Sekolah sudah tidak diperbolehkan lagi untuk menggunakan lambang Paskibraka/PPI dikarenakan alasan tertentu yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum (informasi selengkapnya, silahkan baca Larangan Penggunaan Atribut & Simbol² Paskibraka/PPI).


Rabu, 22 Juli 2009

Rating: 5.0
Reviewer: KangFirm

Materi Kepemimpinan: 10 Ciri Pemimpin Yang Baik

|
belum ada komentar
 

10 Ciri Pemimpin Yang Baik

Ketika kesempatan menjadi pemimpin tiba, setiap orang ingin menjadi pemimpin yang terbaik dan dicintai oleh bawahan atau anggotanya. Kata terbaik bisa diartikan macam-macam oleh tiap orang, bahkan ada yang mengartikan pemimpin terbaik adalah pemimpin yang selalu dipatuhi anak buahnya. Namun sebenarnya, 10 (sepuluh) kualitas berikut inilah yang perlu Anda miliki untuk menjadi pemimpin yang baik.
  1. Visioner
    Pemimpin punya pemahaman yang jelas tentang mau dibawa kemana perusahaan/organisasinya dan memiliki strategi yang jelas untuk mencapainya.
  2. Berkomunikasi dengan baik
    Pemimpin yang baik bisa memastikan pesan yang disampaikannya diterima oleh setiap orang dalam organisasi dengan persepsi yang sama dan jelas.
  3. Bersahabat dan membumi
    Kemampuan seseorang untuk menjadi teman yang menyenangkan akan membantu seorang pemimpin untuk membangun relasi dan mengembangkan semangat tim yang baik.
  4. Membuat orang lain melakukannya
    Disebut pemimpin karena dia memimpin dan pekerja disebut demikian karena dia bekerja. Pemimpin yang baik mampu mendorong orang lain untuk melakukan tugasnya, dan bukan melakukan sendiri semua tugas-tugas itu.
  5. Paham tentang bidang yang digeluti
    Tidak hanya sekedar visioner dengan strategi dan arah yang jelas, pemimpin yang baik paham benar seluk beluk, kekurangan dan kelebihan, resiko serta segala hal tentang bidang yang digeluti.
  6. Jadi panutan dan teladan
    Pemimpin berada di garis depan dan memberikan pengaruh yang baik bagi perusahaan dan bawahannya. Dalam segala hal dirinya mampu menjadi teladan.
  7. Mudah untuk dinilai
    Berubah-ubah sikap untuk menyamarkan citra diri yang sesungguhnya, ini bukan sikap pemimpin yang baik. Seorang pemimpin mengambil sikap yang jelas tentang bagaimana dia akan mendengarkan, menyampaikan sesuatu, melihat dan menilai sesuatu, serta konsisten dengan sikapnya itu.
  8. Memiliki kharisma
    Beriringan dengan citra dan kemampuan berkomunikasi yang baik, pemimpin yang baik memiliki sesuatu yang istimewa di dalam dirinya yang membuat orang lain pun merasakannya.
  9. Sangat tekun
    Tidak cukup hanya punya skill, pemimpin yang baik sangat tekun dalam pencapaian tujuan dan visi yang telah ditetapkan. Pemimpin bisa sangat kejam untuk itu, namun pemimpin yang baik melakukannya dengan cara yang sangat bersahabat.
  10. Penuh semangat
    Pemimpin yang baik membawa energi yang sangat besar bagi bawahannya dan selalu ada semangat yang dikobarkan dalam setiap tugas yang diberikan, dalam setiap bidang yang ditangani.
Sumber: **MetroNews**





Senin, 13 Juli 2009

Rating: 5.0
Reviewer: KangFirm

Materi: Pedoman Pelaksanaan TUB Di Sekolah

|
belum ada komentar
 

Pedoman Pelaksanaan TUB Di Sekolah

  • Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dilaksanakan setiap hari Senin sebelum pelajaran dimulai.
  • Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah jam pelajaran usai.
  • Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada Hari Besar Nasional, sebelum pelajaran dimulai.
  • Pengibaran Bendera Merah Putih, pada hari-hari biasa (Selasa s/d Jum'at).
Bendera Merah Putih dikibarkan pada waktu pagi hari sebelum siswa datang dan diturunkan pada sore hari setelah siswa pulang. Pelaksanaannya cukup oleh petugas jaga tanpa upacara namun dalam keadaan tertib sesuai dengan peraturan.

Perangkat Upacara Bendera

  • a. Pembina Upacara, Kepala Sekolah atau pejabat yang ditunjuk mewakili Kepala Sekolah.
  • b. Pengatur Upacara
  • c. Pemimpin Upacara
  • d. Pemandu Acara
  • e. Pembaca Do'a
  • f. Pembaca Naskah Pembukaan UUD 1945
  • g. Pembaca Naskah Janji Siswa
  • h. Pemimpin Lagu (Dirigen)
  • i. Pendamping Pembina Upacara
  • j. Pengibar Bendera 3 orang
  • k. Pemimpin Kelompok Paduan Suara
  • I. Pemimpin Kelompok Peserta Upacara
  • m. Kelompok Paduan Suara
  • n. Kelompok-kelompok Peserta Upacara

Perlengkapan Upacara Bendera

  • a. Tiang Bendera lengkap dengan talinya
  • b. Bendera Merah Putih
  • c. Naskah Pembukaan UUD 1945
  • d. Naskah Pancasila
  • e. Naskah Janji Siswa
  • f. Naskah Do'a
  • g. Naskah Susunan Acara
  • h. Pengeras Suara
  • i. Tanda-tanda penjuru untuk barisan

Tugas Pejabat Upacara dan Petugas Upacara

Untuk melakukan upacara harus ditentukan pejabat-pejabat upacara dan para petugas yang membantu kelancaran upacara. Karena pengertian UPACARA adalah: UPA= Rangkaian dan CARA= Tindakan/Gerakan inilah, maka Upacara berarti: Tindakan dan gerakan yang dirangkaikan serta ditata dengan tertib dan disiplin.

Para pejabat dan petugas harus mengetahui dengan pasti apa peran dan tugasnya dalam upacara. Tanggungjawab masing-masing pejabat/petugas dari kerjasama yang terpadu diantara mereka akan menghasilkan upacara yang lancar, tertib, khidmat dan mengenai sasaran.

  • Pejabat Upacara
    • 1) PEMBINA UPACARA (dalam TUM: Inspektur Upacara)
      Pembina Upacara adalah pejabat dalam upacara yang kepadanya disampaiakan penghormatan yang tertinggi oleh peserta yang hadir mengikuti atau melakukan upacara.
      Tugas Pokok :
      a) Mensahkan acara upacara serta melakukan ketentuan dalam rencana pelaksanan dengan mengingat keadaan, peserta dan tempat upacara;
      b) Menerima laporan Pengatur Upacara sebelum upacara dimulai;
      c) Menerima penghormatan dari peserta upacara;
      d) Menerima laporan Pemimpin Upacara;
      e) Memberiaba-aba penghormatan kepada Sang Merah Putih (bila dikehendaki);
      f) Memimpin Mengheningkan Cipta;
      g) Membacakan Teks Pancasila yang diulang oleh seluruh peserta Upacara;
      h) Menyampaikan Amanat;
      i) Dapat melimpahkan sebagai tugasnya kepada Pemimpin Upacara;
      j) Penanggung jawab terakhir pelaksanaan upacara;
      Catatan :
      Yang bertindak selaku Pembina Upacara disekolah adalah :
      • Kepala Sekolah, atau
      • Wakil Kepala Sekolah atau Guru Pembina, atau
      • Ketua OSIS atau Wakil Ketua OSIS (SMTA)
    • 2) PEMIMPIN UPACARA (dalam TUM: Komandan Upacara)
      Pemimpin upacara adalah pejabat bertugas memimpin peserta upacara dengan jalan memberikan aba-aba.
      Tugas Pokok :
      a) Menyiapkan dan mengatur peserta upacara;
      b) Menerima penghormatan dari Pemimpin Kelompok peserta upacara;
      c) Menerima laporan dari Pemimpin kelompok peserta upacara;
      d) Memimpin dan memberikan aba-aba penghormatan dari peserta kepada pembina upacara;
      e) Menyampaikan laporan keadaan/kekuatan peserta upacara;
      f) Menerima pelimpahan wewenang yang diberikan dari pembina upacara;
      g) Bertanggung jawab kepada Pembina Upacara dan kepada atasan yang memberikan perintah dalam hal kesiapan dan tertibnya upacara;
      h) Membubarkan peserta upacara bila acara selesai.
      Catatan :
      Yang bertindak sebagai Pemimpin Upacara di sekolah adalah :
      • Guru jaga atau guru yang ditunjuk (untuk SD), atau
      • Siswa yang benar-benar mampu/terpilih (SMTP dan SMTA)
    • 3) PENGATUR UPACARA (dalam TUM: Perwira Upacara)
      Pengatur upacara adalah pejabat yang bertugas menyiapkan rencana acara upacara (secara tertulis) serta segala sesuatunya yang bertalian dengan pelaksanaan upacara, baik perlengkapan maupun petugas-petugasnya.
      Tugas Pokok :
      a) Mengajukan rencana urutan acara upacara kepada Pembina Upacara untuk memperoleh pengesahan dan persetujuannya;
      b) Menentukan/menunjuk petugas-petugas pelaksanaan upacara;
      c) Menyiapkan/memeriksa tempat dan perlengkapan upacara;
      d) Memeriksa, mengatur serta mengendalikan jalannya upacara;
      e) Melapor atau memberikan informasi kepada Pembina Upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum upacara dimulai;
      f) Bertanggung jawab terhadap jalannya upacara kepada Pembina Upacara;
      Catatan :
      Yang bertindak sebagai Pengatur Upacara adalah :
      • Guru/Pembina OSIS, atau
      • Siswa Pengurus OSIS (untuk SMTP/SMTA dengan tetap mendapatkan bimbingan dari guru pembina).
    • 4) PEMANDU ACARA (dalam TUM: Protokol)
      Pemandu acara adalah pejabat yang membacakan urutan acara upacara.
      Tugas Pokok :
      a) Membantu Pengatur Upacara dalam hal membacakan acara demi acara sesuai urutan dan saat-saat yang telah ditentukan;
      b) Dapat menyesuaikan dengankeadaan dan kemampuan para petugas pelaksana;
      c) Mengetahui dengan tepat siapa-siapa petugas pelaksana;
      d) Bertanggung jawab kepada Pengatur Upacara.
      Catatan :
      Yang bertugas sebagai PEMANDU Upacara adalah :
      • Guru atau staf tata usaha yang ditunjuk (bagi SD), atau
      • Siswa (dengan tetap mendapatkan bimbingan dari Pengatur Upacara)
  • Petugas Upacara
    Petugas Upacara lainnya, terdiri dari :
    • 1) Pembawa Teks Pancasila, sekaligus pendamping Pembina Upacara, bertugas;
      a) Membawa Teks Pancasila dan Teks Amanat Pembina Upacara;
      b) Menyerahkan Teks tersebut kepada Pembina Upacara dan menerimanya kembali pada saat yang telah ditentukan.
      Catatan :
      Tugas ini dilaksanakan aleh salah seorang pengurus OSIS yang diatur secara bergilir.
    • 2) Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 dan/atau Teks Naskah lain (Janji Siswa, Dasa Darma Pramuka, Sumpah Pemuda, Kode Etik Organisasi dan sebagainya) bertugas :
      a) Membawa serta membacakan teks tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan;
      b) Mengetahui dengan jelas gerakan dan cara membaca;
      Catatan :
      Tugas ini dilaksanakan oleh seorang siswa yang diatur secara bergilir.
    • 3) Pembaca Do'a bertugas :
      a) Menyusun teks do'a sesuai dengan maksud upacara;
      b) Membawa serta membacakan do'a tersebut pad a saat dan tempat yang telah ditentukan.
      Catatan :
      Tugas ini dilaksanakan oleh Guru atau Siswa yang ditunjuk.
    • 4) Pemimpin Lagu/Dirigen bertugas :
      a) Mengambil nada dengan cara menyanyikan baris. terakhir dari lagu Kebangsaan Indonesia Raya untuk kemudian mulai menyanyi dan memimpinnya sampai selesai lagu;
      b) Mengetahui dengan pasti lagu-Iagu lain yang akan dinyanyikan;
      c) Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan;
      d) Menentukan nada lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara peserta upacara.
      Catatan :
      Tugas ini dijabat oleh guru atau siswa yang ditunjuk.
    • 5) Petugas Bendera bertugas :
      a) Sebelum Upacara dimulai mengetahui dengan jelas keadaan tiang, tali, dan bendera yang akan dikibarkan;
      b) Menyiapkan dan melipat dengan tepat bendera yang akan dikibarkan;
      c) Mengibarkan Bendera Kebangsaan atau Menurunkan serta menyimpannya kembali ketempat semula;
      d) Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan dengan cermat dan khidmat.
Untuk mendapat perhatian :
Setelah pelaksanaan upacara di sekolah berlangsung beberapa kali, kecuali jabatan Pembina Upacara, bagi SLTP/SMU/SMK dan SO harus dapat dilimpahkan kepada siswa. Pelimpahan serta tanggung jawab ini hendaknya berlangsung secara bertahap sampai kepada ketentuan sebagai berikut :
-- Ditingkat Sekolah dasar dengan perbandingan : 30% dilaksanakan oleh siswa dan 70% dibantu oleh guru-guru;
-- Ditingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dengan perbandingan : 70% dilaksanakan oleh siswa dan 30% dibantu oleh para guru, sedangkan
-- Disekolah Menengah Umum/Kejuruan dengan perbandingan : 90 % dilaksanakan oleh siswa sedangkan yang 10%dibantu oleh guru-guru namun demikian pengawasan serta bimbingan tetap berjalan.

Kamis, 18 Agustus 2005

Rating: 5.0
Reviewer: Kang MPIM theA

Paskibra SMK Negeri 1 Cirebon (STMN Cirebon)

|
belum ada komentar
 

Paskibra Graha Taruna SMK Negeri 1 Cirebon

Paskibra Napak Tilas
Adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Cirebon yang mempunyai misi:
Menjadi Ekstrakurikuler yang dapat mencetak Generasi Muda Bangsa Indonesia yang Disiplin, Bertanggung Jawab, Berjiwa Pemimpin, dan berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama.

Napak Tilas

Paskibra SMK Negeri 1 Cirebon (dulu STM Negeri Cirebon, red) lahir setelah adanya surat dari Pangab No. 461.10.1985 tentang ke-PASKIBRA-an yang diantaranya mempunyai tujuan untuk:
Membentuk generasi muda untuk dapat hidup disiplin dan mengibarkan Merah putih dengan menjiwai di dalam hati sebagai pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia yang selaras dengan Pancasila dan UUD 1945.

Sedangkan arti Paskibra adalah Pasukan Pengibar Bendera yang mendidik para generasi muda untuk dapat mengibarkan Bendera Merah Putih dengan keyakinan dan rasa kecintaan yang bersikap disiplin militer. Sebelumnya di SMK Negeri 1 Cirebon telah ada Pasukan Khusus (PASUS) yang lahir pada tahun 1959, selang waktu 4 tahun setelah berdirinya SMK Negeri 1 Cirebon.

Pada saat itu PASUS SMK Negeri 1 Cirebon masih bersifat sederhana (belum banyak PBB). Mengingat pentingnya PASUS disekolah, maka pihak sekolah-pun meminta bantuan kepada Kesatuan Angkatan Laut (ALRI) Cabang Cirebon untuk dapat membimbing dan membina para pelajar SMK Negeri 1 Cirebon dan atas permintaan tersebut pihak ALRI menerima dengan senang hati mengingat potensi yang ada pada SMK Negeri 1 Cirebon.

Mulai pada saat itu, PASUS digembleng oleh ALRI dengan latihan system militer, mereka dilatih dengan penuh semangat tanpa mengenal lelah dan putus asa. Dari hari ke hari mereka terus berlatih walaupun di bawah terik matahari ataupun hujan, mereka tetap tegar untuk menghadapi masa gemilang tersebut.

Dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati dalam berlatih, para taruna PASUS-pun terus mendalami dan mempelajari dengan sungguh-sungguh. Setelah ALRI merasa cukup dalam membimbing dengan melihat adanya kemajuan dari para taruna PASUS, maka pihak ALRI menyatakan berhenti untuk membimbing PASUS SMK Negeri 1 Cirebon. Namun akhirnya, PASUS-pun dapat berjalan sendiri dengan Baret Merah sebagai kebanggaan.
Paskibra Napak Tilas

Pada tahun 1987, seorang anggota PASUS bernama Warsumedi menggantikan nama PASUS menjadi Graha Taruna yang diambil dari bahasa sansekerta. Dimana Graha berarti Tempat dan Taruna berarti pemuda. Sehingga secara Etimologi dapat diartikan sebagai Organisasi tempat kaum pemuda putera-puteri SMK Negeri 1 Cirebon untuk berkarya dan mengembangkan bakatnya khusus dibidang ke-PASKIBRA-an.

Anda menyukai isi artikel ini? silahkan membagikannya di:

Anda menyukai isi artikel ini?
bagikan di:
Technorati Favorites Top SEO Sites
 

Daftar Blog

  • //dikabra.wordpress.com/
  • //griyabhana.wordpress.com/

Pencarian Google


Advertisement

Google ads

Referrer

Silahkan lihat di halaman Pengenalan Paskibra

Last Referrer

Sistema Enlaces Reciprocos Get backlinks - link building services where you can get link exchange free 100% to create backlinks for SEO

Member Blogs

Google ads
© 2012 Kreasi Aktivis Staff BTP Angkatan IV/1997, GT XIV/2000.
Lion of Field at Cherbond. Diberdayakan oleh Blogger.
 
 
BackTo Top